DESAIN PEMBELAJARAN MODEREN
DESAIN PEMBELAJARAN MODERN
TUJUAN PENDIDIKAN
NASIONAL
Mengembangkan kualitas sumber daya manusia terarah ,terpadu dan
menyeluruh melalui berbagai upaya produk dan kreaktif oleh seluruh komponenn
bangsa, agar generasi muda berkembang secra optimal sesui dengan potensinya
(sikdinas)
Kualitas sumberdaya manusia
akan menjadi kunci utama dalam memenangi persaingan pda era MEA (Dior(2014:14)
Ditengah kejadian luar biasa saat ini yakni terjadinya pandemic virus
covid-19,sehingga semua aktivitas belajar mengajar dilakukan jarak jauh dirumah
masih masing diperlukan rancangan desai pembelajan menggubakan computer dan
dapat diakses dengan handphone. Hal ini yang mendasari materi yang diberikan pada kegiatan kulia WA group
pada hari selasa tanggal 28 april 2020. Materi dengan tema “Merancang Desain
Pembelajaran Modern “yang diberikan
narasumber Dr. paidi ,S.Pd.,M.Pd lahir dibantul,01 januari 1971. Beliau
sekarang menjabat sebagai kepala sekolah SMK 4 Kota Bengkulu dan ketua MKKS SMK
pro vinsi Bengkulu. Menempuh pendidikan S1 di IKIP Padang, S2 di Universitas
Bengkulu dan S3 di UNJ dengan Prodi Teknologi Pendidikan.
Sebagai moderator dipimpin langdung oleh om jay karena Mr. Bams tidak
dapat dihubungi.
Yang dimulai dengan slaam dan perkelan, dilanjutkan dengen penyampai
materi tentang Merancang Desain Pembelajaran
Modern.
Narasumber mengunakan tehnik pendelatan yang
mengacu dari Prof Dr atwi suparman (mantan rektor UT) dan Dick & carrey.
Secara umum dalam mendesain pembelajaran dan
sekaligus menghasilkan bahan pembelajaran secara ilmiah dapat dilihat pada
bagan berikut
Secara umum Proses perancangan desain pembelajaran terdiri
dari 11 langkah –langkah yang diuraikan sebagai berikut:
1.
Mendapatkan data dan informasi guna mendapatkan masukan dari
siswa/pengguna atas materi materi yang dianggap sulit atau perlu dipelajari
lebih lanjut.
2.
Berdasarkan data yang di dapat dari langkah langkah 1 selanjutnya kita perlu
membuat identifikasi kebutuhan peserta didik terhadap mata pelajaran/bahan yang
akan kita dirancang.
3.
Berdasarkan langkah-langkah selanjutnya kita mulai Membuat analisi
instruksional /pembelajaran mata pelajaran yang akan kita rancang
4.
Seorang perancang perlu mendapat gambaran karakteristik peserta didik
yang akan menjadi target atau pemakai buku yang kita rancang.
5.
Membuat rumusan tujuan instruksional khusus. (Penguna instilah
instruksional disini berdasarkan sumber asli yang dikarang oleh Dick & Carrey yaitu instructional).
6.
Melakukan penyusunan tes.
7.
Membuat perencanaan strategi instruksional /pembelajaran yang akan
digunakan (dalam hal ini narasumber merancang pembelajaran blended learning).
8.
Mengembangkan dan memilih bahan instruksional. Bahan pembelajaran yang
dirancang dapat dibedakan menjadi 2 yaitu bahan tercetak dan bahan online.dalam
hal perancangan bahan pembelajaran (buku dapat digunakan teori Rothwel dan
untuk bahan online biasa mrngunakan teori hannafin).
9.
Setelah draft bahan tersedia(8 langkah) selanjutnya perlu dilakukan
evaluasi Formatif sebagai berikut :
a)
One- to one expert dengan melibatkan 4 orang pakar (pakai desai, pakai
media,pakai materi,pakar bahasa).
b)
One to one learner ( melibatkan 3 orang siswa yang berasal dari siswa
peringkat atas,menengah dan bawah).
c)
Evaluasi small grup (melibatkan sekitar 9 siswa yang berasal dari
kelompok,menengah dan kebawah).
d)
Field trial yaitu tahap uji coba luas dengan melibatkan siswa sekitar 30 siswa yang berasal dari
kelompok atas,menengah dan bawah. Setiap tahap muaai evaluasi one to
one,evaluasi small grup akan menghasilkan namanya draft bahan pembelajaran dan
stelah field trial baru dinamakan prototype
bahan pembelajaran.
10. Melakukan evaluasi formatif
11. Merancang dan mengembangkan evaluasi sumatif.
Khususnya untuk langkah terakhir evaluasi
sumatif sifatnya tidak harus dilakukan dalam proses desain pembelajaran karena
harus dilakukan oleh pihak lain.
Sedangkan untuk buku pembelajaran yang
dirancag untuk keperluan penerbit bisanya puhak penerbit sudah mempunyai
format/standar tertentu.sehingga jika penulis ingin memasukan buku agar bisa
diterbitkan oleh penerbit maka format yang digunakan harus mengacu kepada format
yang digunakan oleh penerbit.
Demikian sebagai pengantar bapak/ibu/rekan rekan,
sekilas cara medesain bahan p[embelajaran yang secara ilmiah dapat
dipertanggung jawabkan, insa allah jika tahap diatas dilakukan secara benar
maka tidak akan terjadi kasus salah gambar dll.sebagaimana pernah terjadi
dibuku buku yang beredar dilingkungan dikbud khususnya jenjang sekolah dasar.
Contoh bahan pelajaran yang dirancang dengan
format research dan versi penerbit adalah penerbit seperti berikut :
Pada prinsipnya desain
pembelajaran itu bisa untuk semua mata pelajaran yang membedakan
terletak pada iis mata pelajaran.
Dari materi yang telah dijelaskan oleh narasumber, dapat memberikan ilmu yang
sangat bermanfaat dalam mendesain
pembelajaran sesuia dengan pengembangan teknologi saat ini. Menjadi rujukan
salah satu ketika kita akan merancang desain pembelajaran dengan contoh yang telah diberikan oleh narasumber yang ditetapkan ditempat narasumber berada
Alhamdulilah saya sebagai guru semangat mendapatkan materi pembelajaran
di gelombang 10 bersama Dr paidi melalui materi yang luar biasa, yang telah
disampaikan akan mennambah ilmupengetahuan agar dapat selalu mengintropeksi dan
mengukur, sejauh mana kita selalu meningkatkan kualitas diri, serta berusaha
dengna belajar melalui ahlinya












ayo kita rancang desain pembelajaran modern
BalasHapusLuar biasa bunda... sudah profesional menulisnya
BalasHapusMasih belajar insa allah kalau terus kita jalani lebih baik lagi menulis
BalasHapus